Perkembangan Motorik Anak Usia 1-5 Tahun yang Perlu Diketahui

Melatih motorik anak.

Kemampuan motorik anak merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan usia dini yang membutuhkan perhatian khusus. Kemampuan motorik ini dibagi menjadi dua, yaitu kemampuan motorik kasar dan halus.

Mengutip laman Help Me Grow, kemampuan motorik anak adalah kegiatan yang melibatkan penggunaan otot-otot dalam tubuhnya. Motorik kasar lebih melibatkan gerakan anak dengan menggunakan otot besar. Sementara motorik halus melibatkan gerakan anak dengan melibatkan otot kecil.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini perkembangan motorik anak yang perlu orang tua pahami:

Perkembangan Motorik Anak Usia Dini (1-2 Tahun)

Motorik Kasar

Pada usia 1-2 tahun, anak sudah bisa berdiri sendiri meski belum terlalu lama. Kemampuan berjalan mulai berkembang pada usia 11-18 bulan. Grafik dari Denver II menunjukkan bahwa anak usia 1 tahun sudah bisa berguling, tengkurap, dan berdiri sendiri. Mendekati usia 2 tahun, kemampuan motorik kasar semakin baik dengan kemampuan melompat, menendang, dan melempar bola.

Motorik Halus

Pada usia 1 tahun, anak sudah bisa meraih atau mengambil benda di dekatnya dan menggenggam benda di tangannya. Menjelang usia 2 tahun, anak dapat menyusun balok sampai 6 tingkat, menggambarkan perkembangan motorik halus yang baik.

Perkembangan Motorik Anak Usia Dini (2-3 Tahun)

Motorik Kasar

Pada usia 2 tahun, anak semakin aktif, menandakan perkembangan motorik kasarnya yang baik. Ia sudah mampu berjalan mundur, berlari, dan melompat. Kemudian, pada usia 2 tahun 6 bulan, anak dapat menyeimbangkan tubuh dengan mengangkat satu kaki selama 1-2 detik.

Motorik Halus

Kemampuan motorik halus anak usia 2 tahun ditandai dengan senang melakukan coretan di buku dan kemampuan menyusun balok kayu menjadi menara.

Perkembangan Motorik Anak Usia Dini (3-4 Tahun)

Motorik Kasar

Pada usia 3 tahun, anak semakin aktif dalam gerakan, menunjukkan kemampuan motorik kasar yang baik. Grafik Denver II menunjukkan bahwa anak sudah mampu menyeimbangkan tubuh dengan mengangkat satu kaki selama 1-2 detik. Kemampuan memanjat dan berlari juga semakin berkembang.

Motorik Halus

Anak usia 3 tahun mulai belajar meniru dan menyalin gambar, serta memegang krayon dengan baik. Kemampuan menyusun balok juga semakin mahir, mencapai tinggi 6-8 balok.

Perkembangan Motorik Anak Usia Dini (4-5 Tahun)

Motorik Kasar

Pada usia 4 tahun, anak semakin aktif dalam gerakan dan sudah dapat menyeimbangkan tubuh saat berlari. Grafik Denver II menunjukkan bahwa anak dapat mengangkat satu kaki selama 1-4 detik tanpa terjatuh. Kemampuan melompat-lompat sambil berjalan juga muncul.

Motorik Halus

Anak usia 4 tahun dapat menggunting kertas mengikuti pola, meniru gambar manusia dengan anggota tubuh, dan memegang sendok sendiri. Kemampuan menggambar dan mengontrol alat makan juga semakin baik.

Masalah Perkembangan Motorik Anak Usia Dini

Pada usia 1 tahun, masalah perkembangan motorik dapat muncul, seperti anak yang sulit atau takut untuk berjalan. Faktor genetik dan gangguan perkembangan bisa menjadi penyebabnya. Lingkungan dan kebiasaan juga berperan, termasuk infeksi, cedera kepala, malnutrisi, dan penggunaan baby walker.

Cara Mengasah Perkembangan Motorik Anak di Usia Dini

Anak Usia 1-2 Tahun:

– Melatih motorik kasar dengan membawa anak ke ruang terbuka.

– Melatih motorik halus dengan menggambar dan memberikan mainan yang dapat dipegang.

Anak Usia 2-3 Tahun:

– Melatih motorik kasar dengan bermain perang-perangan.

– Melatih motorik halus dengan menggambar dan memberikan contoh gambar yang jelas.

Anak Usia 3-4 Tahun:

– Melatih motorik kasar dengan bermain di taman.

– Melatih motorik halus dengan menggunakan lilin dan bermain melibatkan gerakan membentuk, memotong, dan mencetak lilin.

Anak Usia 4-5 Tahun:

– Melatih motorik kasar dengan menari dan bergerak lincah.

– Melatih motorik halus dengan menggunakan sponge dan bermain dengan air.

Kapan Harus Khawatir dan Membawa Anak ke Dokter?

Orang tua perlu waspada jika anak usia 18 bulan belum bisa berjalan. Jika anak mengalami kesulitan atau tidak bisa melakukan aktivitas seperti menarik sesuatu, berdiri, atau berjalan dengan benar, konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Jangan lupa bahwa anak yang lahir prematur memiliki perkembangan yang berbeda, dan usia koreksi harus diperhitungkan. 

Dengan pemahaman mendalam tentang perkembangan motorik anak usia 1-5 tahun, orang tua dapat lebih efektif dalam membimbing dan merangsang perkembangan anak sesuai dengan tahap usianya. Perhatikan tanda-tanda perkembangan yang normal dan konsultasikan dengan dokter jika ada kekhawatiran.

Scroll to Top