Bagi anak-anak, bullying adalah pengalaman yang merugikan dan membekas di ingatan mereka. Hal ini merupakan masalah disiplin yang sering terjadi di sekolah, dan dapat terjadi secara langsung maupun melalui perangkat digital seperti handphone.
Sayangnya, anak-anak masih terlalu dini untuk mengatasi trauma psikologis yang rumit akibat bullying. Dampak buruknya bisa berkepanjangan selama hidupnya. Oleh karena itu, baik guru dan orang tua memiliki peran melindungi anak-anak dari dampak negatif akibat bullying.
Tidak mudah memang mengajarkan anak cara melawan bullying. Namun, dalam panduan ini, Anda bisa coba menerapkan kiat-kiat yang akan dibahas di dalam artikel ini untuk diterapkan anak di sekolah.
Baca juga: Ini Alasan Kenapa Anak Suka Meniru Orang Dewasa
Alasan Anak Melakukan Perundungan
Sebelum memberitahu kepada anak bagaimana cara melawan bullying di sekolah, Anda harus memahami akar penyebabnya terlebih dahulu. Ada banyak alasan anak-anak terlibat dalam perilaku bullying.
Anak-anak mungkin bertindak agresif karena mereka masih belajar mengelola emosi dan menyelesaikan konflik. Beberapa anak mungkin meniru perilaku negatif yang mereka lihat di rumah atau media, sementara yang lain mungkin menggunakan bullying sebagai mekanisme pertahanan setelah mengalami perlakuan buruk. Trauma keluarga di rumah juga bisa jadi pemicunya.
Jenis-Jenis Bullying
Sebagai orang tua dan guru, Anda perlu mengetahui beberapa jenis bullying berikut ini.
1. Verbal
Bullying secara verbal terjadi ketika anak-anak menggunakan pernyataan negatif, penghinaan, dan ejekan untuk mengalahkan dan mengendalikan korbannya.
2. Fisik
Ini adalah bentuk bullying yang sudah sampai tahap kekerasan, seperti perkelahian, dan ini sering terjadi di lingkungan sekolah. Contoh kekerasan bisa berupa pemukulan, menendang, mendorong, atau menjegal orang lain.
3. Daring
Bullying daring merupakan tindakan memposting atau mengirim konten negatif di platform media sosial. Hal itu bisa berupa gambar atau video yang menyakitkan, pesan kebencian, dan ancaman.
4. Sosial
Jenis bullying sosial terjadi ketika anak berusaha mempermalukan temannya. Mereka melakukannya dengan menyebarkan rumor, membuat lelucon yang tidak menyenangkan, atau mengajak teman lainnya untuk mengucilkan mereka.
Baca juga: Emosi Anak Tidak Stabil? Mungkin Ini Penyebabnya
Tanda-Tanda Anak Mendapat Bullying di Sekolah
Setiap anak merespon bullying dengan cara yang berbeda. Pada anak-anak, tanda-tanda mereka mendapat bullying di sekolahnya bisa terlihat samar. Beberapa anak bisa pulih dengan cepat, tapi anak lain mungkin akan menunjukkan gejala emosional atau fisik.
Untuk mengetahuinya, perhatikan beberapa hal berikut ini:
- Perubahan suasana hati atau perilaku secara tiba-tiba
- Enggan atau malas untuk pergi ke sekolah atau acara sosial
- Sering menangis, cemas, atau menarik diri
- Keluhan sakit kepala atau sakit perut
- Ledakan emosi yang tidak dapat dijelaskan dengan keluarga atau teman sebaya
- Respon emosional terhadap apa yang terjadi di perangkat mereka
- Menghindari diskusi tentang apa saja yang mereka lakukan di perangkat dan di sekolah
Jika Anda melihat tanda-tanda ini pada anak Anda, sebelum Anda memberikan arahan cara melawan bullying, ciptakan ruang aman terlebih dahulu untuk membuka percakapan. Beri tahu anak Anda bahwa Anda ada disana untuk mendengarkan dan bukan menghakimi.
Cara Melawan Bullying Pada Anak yang Tepat
Cara melawan bullying yang efektif bisa meliputi pengajaran keterampilan interpersonal seperti empati, dan manajemen konflik, serta cara aman untuk melawannya. Berikut strategi yang bisa Anda terapkan.
1. Ajarkan Keterampilan Komunikasi yang Tegas
Ajarkan kepada anak bahwa berbicara tegas itu penting tapi tetap sopan. Anda bisa melatih mereka menggunakan kalimat seperti, “Tolong Berhenti. Saya tidak suka diperlakukan seperti ini.”
2. Dorong Anak untuk Berkata Tidak
Anak-anak perlu diajarkan bahwa mereka berhak untuk berkata tidak. Latih mereka untuk mengatakan “tidak” dengan tegas ketika mereka merasa tidak nyaman atau terancam.
3. Rutin Berkomunikasi dengan Anak Tentang Sekolah
Membangun komunikasi dengan sangat penting karena anak akan merasa ditemani dan diajak bicara. Oleh karena itu, Anda perlu mendorong percakapan rutin tentang sekolah, bagaimana anak menjalin pertemanan, emosi, dan bagaimana perilaku mereka mempengaruhi orang lain.
4. Beri Pemahaman Tentang Bullying
Cara melawan bullying adalah dengan membekali anak tentang apa itu bullying dan dampaknya. Anda harus memberikan pemahaman bahwa bullying adalah perilaku yang tidak dapat diterima dan berhak untuk dilindungi.
5. Latih Kemampuan Pengendalian Diri
Anda juga perlu melatih kemampuan anak dalam mengendalikan diri. Salah satu caranya bisa dengan bermain peran dalam situasi di mana anak Anda tetap tenang dan percaya diri. Hal ini dapat membantu mereka mengurangi perilaku impulsif.
6. Menetapkan Batasan dan Ucapan Sederhana
Menetapkan batasan dan sekadar menyuruh pelaku bullying untuk berhenti dengan cara yang tidak emosional adalah cara lain untuk melucuti kekuatan mereka. Ucapan sederhana dan tegas seperti “Tolong Berhenti” terkadang bisa efektif. Dalam beberapa kasus, tidak bereaksi bisa membuat bullying menjadi kurang menguntungkan bagi pelakunya.
7. Bicarakan dengan Orang Tua atau Wali Anak Pelaku Bullying
Jika memungkinkan, orang tua atau wali harus mencoba menghubungi orang tua atau wali pelaku bullying. Ada kemungkinan mereka tidak menyadari perilaku pelaku bullying dan akan tidak menyetujuinya serta menanganinya dengan sewajarnya.
8. Libatkan Guru dan Staf Sekolah
Jika menghubungi orang tua atau wali tidak membantu dan bullying terjadi di lingkungan sekolah, segera hubungi guru atau staf sekolah. Sekolah tentu diwajibkan untuk memiliki proses dalam menangani bullying di sekolah.
9. Kembangkan Keterampilan Mengatasi Stres
Cara melawan bullying selanjutnya adalah dengan mengajari anak keterampilan mengelola stres. Bullying bisa menyebabkan stres dan trauma pada anak, sehingga Anda sebagai orang tua perlu mengajarkan berbagai teknik relaksasi seperti meditasi, atau aktivitas fisik untuk mengurangi stres mereka.
10. Cari Dukungan Teman Sekolahnya
Jangan biarkan anak Anda menghadapi bullying seorang diri. Anda harus mengajarkan untuk mencari dan membangun pertemanan dengan anak-anak lain yang baik dan mendukung. Kelompok teman yang positif dapat menjadi benteng perlindungan yang kuat. Selain itu, ada kekuatan dalam jumlah orang, sehingga ini menjadi upaya anak terhindar dari bullying.
Baca juga: Kenali Tandanya! Ini 10 Ciri Anak Anda Terlambat Bicara
Kesimpulan
Mengajarkan anak cara melawan bullying secara sehat dan konstruktif termasuk investasi penting untuk masa depan mereka. Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak akan belajar bahwa mereka berhak untuk dihormati dan dapat berdiri teguh melawan perilaku yang tidak pantas.
Namun, Terkadang orang tua kurang bisa melihat dan memperhatikan tanda-tanda anak mendapat perilaku bullying karena terlalu sibuk atau kurang mampu dalam berkomunikasi. Untuk membantu Anda dalam memahami anak dan mengurangi rasa stres anak, Anda bisa mengandalkan jasa nanny profesional yang sudah terpercaya.
Kami di Premium Nanny memiliki program yang tidak hanya menawarkan layanan berkualitas, tetapi juga menjadi partner untuk keluarga Anda. Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak Anda.
Bahkan kami juga menyediakan layanan untuk nanny mulai dari bayi baru lahir hingga 6 tahun ke atas atau umur sekolah dasar, dan anak berkebutuhan khusus.
Yuk, ayah dan bunda segera hubungi kami untuk konsultasi kebutuhan Anda.
