Dalam hal membesarkan anak-anak yang sukses, penuh perhatian, dan berwawasan luas, semuanya dimulai dari keluarga. Rumah terbaik adalah rumah yang penuh kasih sayang, di mana suara anak-anak diprioritaskan.
Sebenarnya tidak ada buku panduan khusus untuk mendidik anak, tetapi hal itu disertai dengan kebisingan, air mata, kekacauan, dan momen-momen yang menguji kesabaran Anda. Namun, Anda dapat mengembangkan hubungan yang lebih solid dan memiliki anak-anak yang percaya diri dan bahagia dengan sikap dan pendekatan yang tepat.
Pengasuhan anak yang mengacu pada metode dan tindakan yang digunakan orang tua untuk membesarkan anak-anak mereka. Dalam postingan kali ini, Anda akan mempelajari tentang beberapa kesalahan mendidik anak yang harus dihindari dan bagaimana kebiasaan tersebut memengaruhi perkembangan anak. Mari kita mulai dan terus membaca!
Kesalahan Mendidik Anak yang Memengaruhi Perkembangan Anak
Sebuah penelitian menunjukkan anak-anak berusia tiga tahun mulai menunjukkan rasa welas asih dan empati yang tulus, dan mampu memahami bahwa perasaan dan pengalaman mereka dapat berbeda dari orang lain.
Sebagai konsultan pengasuhan anak, berikut beberapa kesalahan mendidik anak yang buruk, yang membuat anak-anak lebih egois dan merasa berhak di masa dewasa nanti.
1. Membandingkan dengan Anak Lain
Semua anak memiliki keunikan dalam kekuatan, perkembangan, dan gaya belajarnya. Dengan sering menekankan prestasi orang lain, kita secara tidak langsung mengatakan, “Kamu tidak cukup baik”.
Anak-anak akan tumbuh dengan baik ketika kita tidak hanya merayakan pencapaian penting, tetapi juga kemajuan mereka. Harga diri dikembangkan dengan mengajarkan mereka bahwa mereka tidak didefinisikan oleh status sebagai yang terbaik.
Jika Anda terus membandingkan dengan anak lain, mereka akan merasa bahwa mereka tidak cukup baik. Hal itu akan merusak identitas dan kepercayaan diri mereka.
Berikut tips yang harus orang tua terapkan:
- Fokus pada prestasi anak, bukan orang lain.
- Hargai keberhasilan kecilnya.
- Katakan pada mereka bahwa mereka sudah cukup hebat.
- Ajarkan bahwa setiap orang itu unik dan berkembang dengan cara yang berbeda.
Baca juga: Apa Saja Tantangan Dalam Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus? Cek Faktanya
2. Memilih Menghukum Alih-Alih Mengajar
Orang tua percaya bahwa hukuman bermanfaat karena menghilangkan perilaku buruk dalam waktu singkat. Namun, dalam jangka panjang, hukuman justru menanamkan rasa takut, bukan tanggung jawab. Anak-anak tidak selalu yakin apa kesalahan mereka atau bagaimana cara memperbaikinya.
Sebaliknya, mereka berisiko disakiti, disalahpahami, atau bahkan dipermalukan. Kesalahan mendidik anak semacam ini dapat merusak hubungan antara orang tua dan anak, serta menghambat perkembangannya. Alih-alih memberi hukuman, pilih momen pembelajaran. Jelaskan mengapa suatu perilaku berbahaya dan tunjukkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Pendekatan ini membangun pemahaman dan membantu anak-anak membuat pilihan yang lebih baik.
Tips mendidik anak yang harus diterapkan orang tua:
- Jelaskan mengapa perilaku tersebut salah, bukan hanya sekadar menyatakan bahwa perilaku tersebut salah.
- Gunakan konsekuensi alami untuk mengajarkan tanggung jawab.
- Ubahlah kesalahan menjadi momen pembelajaran, bukan rasa malu.
- Bantu anak-anak memahami apa yang harus dilakukan selanjutnya.
- Bangun ikatan yang lebih kuat dengan mendengarkan dan membimbing, bukan hanya bereaksi.
3. Terlalu Melindungi Anak
Anda merasa perlu melindungi anak Anda dari rasa sakit, luka, dan kegagalan; itu wajar. Namun, terlalu protektif tidak memungkinkan mereka untuk belajar bagaimana bertanggung jawab dan mengembangkan kepercayaan diri di dunia nyata.
Melindungi mereka dari segala kemungkinan kegagalan dapat mencegah air mata mereka hari ini, tetapi dapat merusak pertumbuhan mereka “besok”. Anak-anak harus diizinkan untuk mengeksplorasi dan mengalami kesulitan kecil sebagai cara untuk menjadi mandiri.
Anak-anak berkembang ketika mereka dibiarkan membuat kesalahan kecil, mengeksplorasi hal-hal baru, dan bahkan gagal. Itulah cara mereka membangun ketahanan dan tanggung jawab. Ini bukan tentang membiarkan mereka pergi begitu saja, tetapi membiarkan mereka tumbuh.
Tips untuk orang tua:
- Biarkan mereka membuat keputusan kecil .
- Biarkan konsekuensi alami terjadi .
- Dorong pengalaman baru
Baca juga: Tips Membangun Hubungan Orang Tua dan Anak yang Erat Melalui Komunikasi
4. Mengabaikan Perasaan Anak
Kesalahan mendidik anak lainnya adalah menganggap remeh perasaan anak. Perasaan anak Anda bukanlah khayalan, meskipun mungkin tampak menggelikan bagi Anda. Ketika ada orang mengatakan, “Berhenti menangis,” atau “Itu bukan masalah besar,” atau “Kamu bereaksi berlebihan,” mereka memberi tahu anak bahwa perasaan mereka tidak valid. Hal itu akan membuat mereka merasa tidak dipahami, terluka, dan diabaikan. Akhirnya mereka berhenti berbagi dan mulai memendam perasaan.
Semua anak harus merasa bahwa mereka berharga, bahkan ketika terjadi perselisihan. Ketika Anda belajar berempati, Anda tidak selalu mengalah; Anda hanya menanggapi kekhawatiran mereka dengan serius. Emosi bukanlah kelemahan. Hal ini mengajarkan anak-anak untuk memperlakukan orang lain dengan baik, yang akan membantu mereka di masa depan.
Berikut ini tips mendidik anak sebaiknya dilakukan orang tua:
- Kenali emosi anak Anda.
- Jangan mengolok-olok atau mempermalukan respons emosional.
- Katakan pada mereka, “papa/mama mengerti ini sulit bagi kamu”.
- Biarkan mereka menangis dan berbicara; itu adalah bagian dari proses pemulihan.
- Ajari mereka untuk mengenali emosi daripada menolaknya.
5. Tidak Konsisten
Pola pengasuhan yang tidak konsisten menyebabkan kebingungan, kecemasan, dan masalah perilaku pada anak. Ketika aturan berubah dari hari ke hari atau sesuai dengan suasana hati Anda, anak Anda tidak tahu apa yang harus diharapkan. Mengapa? Karena batasan-batasannya tidak jelas. Anak-anak berkembang dalam struktur dan prediktabilitas.
Pola pengasuhan yang tidak konsisten membuat anak anak bingung mengetahui apa yang dapat diterima. Mereka mulai menguji batasan atau menarik diri sama sekali. Ketika harapan jelas dan ditegakkan, mereka merasa aman, terlindungi, dan dipahami. Saat itulah perkembangan yang sehat terjadi.
Tips terbaik untuk orang tua:
- Tetapkan batasan dan patuhi batasan tersebut.
- Hindari mengubah ekspektasi tanpa penjelasan.
- Buatlah tindakan disiplin dapat diprediksi dan adil.
- Bantu anak-anak memahami mengapa aturan itu ada.
6. Mengatakan Ya untuk Hampir Semua Hal
Salah satu kesalahan mendidik anak yang sering banyak orang tua lakukan adalah selalu berkata ya atau menuruti keinginan anak.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan rasa berhak yang berasal dari pola pengasuhan yang terlalu memanjakan anak. Orang tua lebih mementingkan diri sendiri, kurang berempati terhadap orang lain, kurang memiliki etos kerja yang kuat, dan mungkin berperilaku seolah-olah aturan tidak berlaku bagi mereka.
Mengajarkan rasa welas asih kepada anak-anak mengharuskan Anda untuk mulai mengatakan tidak kadang-kadang. Katakan tidak, Anda tidak selalu membantunya merapihkan mainannya. Ajarkan untuk mengatakan tidak membelikan semua barang yang mereka inginkan. Katakan tidak, Anda tidak akan membiarkan diri Anda diperlakukan seperti itu.
Memberikan konsekuensi atas tindakan tidak sehat mereka akan mendukung kemampuan mereka untuk melihat situasi dari berbagai sudut pandang.
7. Tidak Memperkenalkan Mereka Pada Pekerjaan Sukarela
Kita tidak selalu bisa mengalami apa yang telah dialami orang lain, tetapi kita bisa terhubung secara kemanusiaan melalui kegiatan sukarela. Rasa empati dalam sebuah komunitas berarti bersatu di sekitar gagasan bersama untuk melihat orang lain dan mencoba memahami pengalaman hidup mereka dengan cara yang membuka hati Anda untuk hadir bagi mereka.
Baca juga: Kapan Sebaiknya Anda Mencari Layanan Babysitter?
Kesimpulan
Mendidik anak bukanlah tentang menjadi orang tua yang sempurna. Ini semua tentang menjadi orang tua yang hadir, jujur, dan penuh perhatian. Dengan menghindari beberapa contoh kesalahan mendidik anak di atas, Anda akan membesarkan anak-anak yang aman, percaya diri, dan dicintai. Jadilah orang tua yang hebat dengan menggunakan disiplin positif, pahami bahwa anak Anda memiliki jalan yang unik, dan tetaplah berpegang teguh pada jalan tersebut. Pertumbuhan dimulai dari Anda, satu perubahan kecil pada satu waktu.
Kami mengerti bahwa Anda sebagai orang tua mungkin disibukkan dengan berbagai hal, termasuk karir Anda. Jika Anda ingin tetap menjaga karir Anda namun ingin mengusahakan yang terbaik untuk anak, Anda bisa memanfaatkan jasa Premium Nanny untuk solusi pengasuhan anak profesional.
Kami tidak hanya menyediakan pengasuh anak tetapi juga melatih mereka untuk bisa profesional dalam menangani tumbuh kembang anak, dan menjaga kepercayaan keluarga Anda.
Mendidik anak memang cukup melelahkan dan sulit. Namun, adanya pengasuh anak yang berpengalaman membantu Anda memberikan waktu untuk memantau perkembangan anak dan tetap dekat dengan anak.
Yuk, mom segera konsultasikan permasalahan parenting Anda dengan menghubungi tim ahli kami hari ini.
