Mengapa Memilih Nanny Tidak Bisa Disamakan dengan Merekrut Pekerja Biasa? Pakar Ingatkan Dampaknya pada Tumbuh Kembang Anak

Jakarta, 17 Juni 2026 – Di tengah meningkatnya kebutuhan keluarga modern terhadap layanan pengasuhan anak profesional, para praktisi perkembangan anak menilai bahwa memilih nanny merupakan salah satu keputusan terpenting yang dibuat orang tua dalam masa tumbuh kembang anak.

Meski demikian, masih banyak keluarga yang memandang profesi nanny sebatas seseorang yang membantu menjaga, memberi makan, menemani bermain, atau mengawasi anak saat orang tua bekerja.

Padahal dalam praktiknya, nanny merupakan salah satu figur yang paling sering berinteraksi dengan anak pada masa-masa penting perkembangan mereka. Mereka hadir dalam rutinitas harian anak, mendampingi proses belajar, membantu mengelola emosi, membangun rasa aman, serta berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan kebiasaan anak.

Karena itu, para ahli menilai bahwa proses memilih nanny tidak dapat disamakan dengan merekrut pekerja biasa.

Menurut Valentina Maya Sari, CEO & Founder Premium Nanny, kualitas pengasuhan yang diterima seorang anak setiap hari memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan mereka.

“Banyak orang tua menghabiskan waktu berbulan-bulan memilih sekolah terbaik untuk anaknya, tetapi hanya beberapa jam untuk memilih orang yang akan bersama anak mereka setiap hari. Padahal pengaruhnya bisa sama besarnya.”

Mengapa Memilih Nanny Tidak Bisa Disamakan dengan Merekrut Pekerja Biasa? Pakar Ingatkan Dampaknya pada Tumbuh Kembang Anak

Valentina menjelaskan bahwa anak-anak belajar bukan hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari dengan orang dewasa di sekitarnya.

“Anak tidak mengingat siapa yang mengganti pakaiannya hari ini. Tetapi mereka akan membawa cara mereka diperlakukan selama masa kecil hingga dewasa nanti.”

Wanita Asia Pertama yang Hadir di Konferensi International Nanny Association

Sebagai salah satu profesional Indonesia yang aktif mengikuti perkembangan standar profesi pengasuhan anak di tingkat internasional, Valentina Maya Sari tercatat sebagai wanita Asia pertama yang menghadiri konferensi tahunan International Nanny Association (INA) di Amerika Serikat, sebuah forum yang mempertemukan para praktisi, pendidik, peneliti, dan pemimpin industri pengasuhan anak dari berbagai negara.

Melalui pengalaman tersebut, Valentina melihat bagaimana profesi nanny di berbagai negara maju telah berkembang menjadi profesi yang membutuhkan kompetensi khusus, pendidikan berkelanjutan, serta pemahaman mendalam mengenai perkembangan anak.

“Di banyak negara maju, profesi nanny telah berevolusi menjadi bagian dari ekosistem perkembangan anak. Fokusnya bukan lagi sekadar menjaga anak tetap aman, tetapi bagaimana membantu mereka bertumbuh secara emosional, sosial, kognitif, dan perilaku melalui pengasuhan yang berkualitas.”

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengadopsi standar yang lebih tinggi dengan mengedepankan pendidikan, observasi perilaku, pelatihan profesional, serta pemahaman mengenai child development sebagai fondasi profesi nanny modern.

“Saya percaya masa depan industri nanny di Indonesia harus bergerak dari sekadar childcare menuju child development yang berbasis ilmu pengetahuan, observasi, dan pendidikan profesional. Karena pada akhirnya, pengasuhan bukan hanya tentang menjaga anak hari ini, tetapi membantu membentuk manusia yang akan mereka menjadi di masa depan.”

Dari Childcare Menuju Child Development

Menurut Valentina, salah satu kesalahan terbesar dalam industri pengasuhan adalah menganggap bahwa tugas nanny hanya menjaga anak tetap aman.

“Pengasuhan modern tidak lagi hanya berbicara tentang childcare atau merawat anak. Yang semakin penting adalah child development, yaitu bagaimana membantu anak berkembang secara optimal sesuai tahapan usianya.”

Konsep tersebut menjadi fondasi utama Premium Nanny dalam menghadirkan layanan pengasuhan yang lebih profesional dan terstruktur.

Berdasarkan berbagai studi perkembangan anak, pengalaman dan interaksi yang diterima anak pada tahun-tahun awal kehidupannya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan bahasa, kemampuan sosial, regulasi emosi, rasa percaya diri, serta kemampuan belajar di masa mendatang.

Karena itu, keluarga modern mulai mencari pengasuh yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memahami kebutuhan perkembangan anak sesuai usia mereka.

Nexus The Institute dan Standar Baru Pendidikan Nanny Profesional

Untuk mendukung visi tersebut, Valentina mendirikan Nexus The Institute, sebuah institusi pendidikan yang secara khusus mengembangkan kompetensi calon nanny melalui pendekatan berbasis child development.

Program pendidikan di Nexus The Institute dipimpin oleh Listya Pranata, S.Pd, Kepala Sekolah Nexus The Institute yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengembangan kompetensi tenaga pengasuhan anak.

Listya merupakan pemegang Sertifikasi BNSP Metodologi Pelatihan Level 4 serta memiliki kompetensi sebagai Practitioner Therapeutic Play Skills, sebuah pendekatan yang menggunakan aktivitas bermain sebagai sarana membantu anak mengembangkan kemampuan sosial, emosional, komunikasi, serta mendampingi anak-anak yang menghadapi berbagai tantangan perkembangan.

Menurut Listya, profesi nanny membutuhkan kompetensi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengalaman kerja.

“Anak belajar bahkan ketika tidak sedang diajar. Mereka belajar dari cara orang dewasa berbicara, mendengarkan, merespons, dan memperlakukan mereka setiap hari. Karena itu pendidikan seorang nanny menjadi sangat penting.”

Ia menjelaskan bahwa pendekatan child development menjadi semakin relevan karena orang tua modern menginginkan pengasuh yang mampu menjadi partner dalam proses tumbuh kembang anak.

“Nanny modern bukan hanya membantu menjaga anak tetap aman. Mereka juga perlu memahami stimulasi sesuai usia, komunikasi positif, regulasi emosi anak, serta bagaimana mendukung perkembangan sosial dan kognitif anak melalui aktivitas sehari-hari.”

Untuk menjaga kualitas kandidat, setiap peserta yang mengikuti program pendidikan Nexus The Institute wajib menjalani proses seleksi dan evaluasi berlapis yang mencakup:

✔️ Verifikasi identitas dan dokumen

✔️ Medical Check-Up (MCU)

✔️ Psikotes dan asesmen kepribadian

✔️ Pelatihan teori dan praktik pengasuhan

✔️ Observasi perilaku dan karakter

✔️ Simulasi pengasuhan anak

✔️ Evaluasi kompetensi

✔️ Final assessment sebelum direkomendasikan kepada keluarga

“Tujuan kami bukan sekadar menghasilkan pengasuh yang siap bekerja, tetapi menghasilkan profesional pengasuhan yang memahami bahwa mereka ikut berperan dalam membentuk pengalaman awal kehidupan seorang anak.”

Dampaknya Tidak Selalu Terlihat Hari Ini

Sementara itu, Valeriana Rosmaya, Presiden Direktur Val The Consultant Group, mengingatkan bahwa dampak dari pengasuhan yang kurang tepat sering kali tidak langsung terlihat.

“Banyak orang tua berpikir bahwa selama anak aman dan kebutuhan fisiknya terpenuhi maka semuanya baik-baik saja. Padahal perkembangan emosi, rasa percaya diri, kemampuan sosial, dan kebiasaan anak juga dibentuk melalui interaksi sehari-hari.”

Menurutnya, kualitas pengasuhan yang diterima anak pada usia dini dapat memberikan pengaruh yang bertahan hingga bertahun-tahun.

“Di industri pengasuhan anak, kualitas tidak bisa diukur dari seberapa cepat seseorang ditempatkan. Kualitas diukur dari seberapa ketat proses yang dijalani sebelum seseorang dipercaya mendampingi seorang anak.”

Valeriana menilai bahwa keluarga modern mulai menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi terhadap kualitas pengasuhan.

“Saat ini semakin banyak orang tua yang tidak hanya bertanya berapa lama pengalaman kandidat bekerja. Mereka juga ingin mengetahui bagaimana kandidat memahami kebutuhan anak, bagaimana kemampuan komunikasinya, bagaimana hasil evaluasi psikologisnya, dan apakah kandidat telah mendapatkan pelatihan yang memadai.”

Mendorong Standar Baru Industri Pengasuhan Anak di Indonesia

Melalui Premium Nanny dan Nexus The Institute, perusahaan berharap dapat membantu meningkatkan standar profesi nanny di Indonesia agar semakin selaras dengan perkembangan global.

Fokus utamanya bukan hanya menyediakan pengasuh yang berpengalaman, tetapi juga memastikan bahwa setiap kandidat memahami pentingnya perkembangan anak, keselamatan, komunikasi positif, serta peran mereka dalam membantu keluarga membangun fondasi masa depan anak.

Sebagai perusahaan yang mengedepankan pendekatan child development, Premium Nanny percaya bahwa kualitas pengasuhan merupakan salah satu investasi terpenting dalam kehidupan seorang anak.

“Pertanyaan terbesar bukan siapa yang menjaga anak Anda hari ini. Pertanyaannya adalah siapa yang sedang membentuk cara anak Anda melihat dunia.”

“Seorang nanny mungkin tidak akan menentukan universitas mana yang dipilih seorang anak kelak. Tetapi mereka sering ikut menentukan bagaimana anak itu belajar percaya diri, berempati, dan membangun hubungan dengan orang lain.”

“Kami tidak mencari kandidat yang hanya bisa menjaga anak tetap aman. Kami mencari kandidat yang mampu membantu anak bertumbuh, belajar, dan merasa dicintai ketika orang tua tidak berada di dekat mereka.”

— Valentina Maya Sari, CEO & Founder Premium Nanny

Tentang Premium Nanny

Premium Nanny merupakan layanan penempatan nanny profesional yang berfokus pada child development, keselamatan anak, dan standar pengasuhan modern.

Didirikan oleh Valentina Maya Sari, perusahaan mengembangkan proses seleksi berbasis pendidikan melalui Nexus The Institute, yang mencakup screening berlapis, Medical Check-Up (MCU), psikotes, pelatihan profesional, observasi perilaku, dan evaluasi kompetensi sebelum kandidat direkomendasikan kepada keluarga.

Melalui keterlibatan dalam komunitas profesional global seperti International Nanny Association (INA) serta pengembangan kurikulum berbasis child development, Premium Nanny berupaya mendorong peningkatan kualitas profesi pengasuhan anak di Indonesia.

Informasi Media & Konsultasi

🌐 * PremiumNanny.id⁠*

📞 Hotline Customer Service: 0852-1879-4596

Media Relations

Premium Nanny & Nexus The Institute

“Because great childcare is not only about care. It’s about development, safety, and shaping a child’s future.”