Radang amandel atau Tonsilitis merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika amandel, dua jaringan kecil di bagian belakang tenggorokan mengalami peradangan akibat infeksi virus atau bakteri.
Radang amandel pada anak biasanya ditandai dengan nyeri tenggorokan, kesulitan menelan, demam, hingga tubuh terasa lemas. Kondisi ini membuat anak menjadi lebih rewel dan membutuhkan perhatian ekstra dari orang tua.
Kabar baiknya, sebagian besar kasus radang amandel ringan dapat diredakan dengan perawatan sederhana di rumah. Dalam artikel ini akan membantu Anda memahami cara mengatasi radang amandel pada anak secara aman dan efektif, sekaligus mengetahui kapan perlu mencari bantuan profesional. Simak penjelasan lengkapnya langsung di bawah ini sampai tuntas.
Baca juga: Panduan Praktis Membersihkan Lidah Bayi untuk Orang Tua
Mengenal Radang Amandel pada Anak
Amandel sebenarnya memiliki fungsi penting sebagai bagian dari sistem imun tubuh. Organ ini memiliki kegunaan positif untuk menangkap virus dan bakteri yang masuk melalui mulut dan hidung.
Namun, ketika paparan kuman terlalu banyak, amandel bisa mengalami peradangan. Biasanya radang amandel pada anak akan menyebabkan:
- Nyeri tenggorokan
- Sulit menelan makanan
- Demam
- Nafsu makan menurun
- Bau mulut
- Pembengkakan di leher
Pada anak-anak, kondisi ini sering muncul bersamaan dengan flu atau infeksi saluran pernapasan atas.
Cara Mengatasi Radang Amandel pada Anak di Rumah
Jika radang amandel pada anak masih dalam tahap ringan, Anda tidak perlu melakukan tindakan operasi. Ada beberapa langkah sederhana untuk membantu meredakan gejalanya dan membuat anak lebih nyaman selama masa pemulihan berikut ini.
1. Berikan Minuman Hangat
Minuman hangat dapat membantu menenangkan tenggorokan yang iritasi. Anda bisa memberikan anak beberapa pilihan minuman hangat, seperti sup kaldu hangat, teh herbal, atau untuk anak di atas 1 tahun bisa diberikan air hangat dengan madu.
Cairan hangat akan membantu menjaga tenggorokannya tetap lembap dan mengurangi rasa sakit saat menelan.
2. Berikan Makanan Dingin atau Lembut
Pasti ibu-ibu banyak bertanya-tanya: “loh ko anak radang dikasih makanan atau minuman yang dingin?” Perlu Anda ketahui bahwa menurut ilmu kedokteran, makanan dengan suhu dingin dapat memberikan efek menenangkan pada tenggorokan yang meradang.
Namun, hanya ada beberapa makanan dingin yang disarankan, seperti yogurt, smoothie buah, dan es krim dengan jumlah kecil. Selain dingin, Anda juga bisa memberikan anak makanan dengan tekstur lembut agar mudah ditelan.
3. Hindari Makanan yang Terlalu Keras
Makanan yang keras dapat memperparah iritasi tenggorokan. Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk radang amandel pada anak seperti:
- Keripik
- Biskuit keras
- Roti panggang kering
- Gorengan yang renyah
Sebagai gantinya, berikan makanan lembut misalnya bubur, krim sup, atau nasi tim.
Baca juga:Pneumonia Pada Anak: Pengertian dan Cara Pencegahannya
4. Berkumur dengan Air Garam Hangat
Untuk anak yang sudah cukup besar, Anda bisa mengajarkan berkumur dengan air hangat yang dicampur garam. Air garam hangat dapat membantu mengurangi bakteri di tenggorokan, meredakan peradangan, dan mengurangi rasa sakit.
Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu mencampurkan ½ sendok teh garam ke dalam larutan segelas air hangat. Lalu gunakan air tersebut untuk berkumur.
5. Gunakan Humidifier di Kamar Anak
Udara kering dapat memperparah iritasi tenggorokan. Dengan menggunakan humidifier atau pelembap udara dapat membantu menjaga kelembapan udara, membantu anak bernapas lebih nyaman, dan mengurangi iritasi pada tenggorokan.
6. Pastikan Anak Istirahat yang Cukup
Saat tubuh melawan segala infeksi yang menyerang, sistem imun membutuhkan energi yang cukup. Anda sebagai orang tua harus memastikan anak beristirahat dengan cukup untuk mempercepat proses pemulihan, kurangi aktivitas yang berat, dan mendapatkan nutrisi yang cukup.
7. Gunakan Obat Pereda Nyeri jika Diperlukan
Jika anak mengalami demam atau nyeri yang cukup mengganggu, dokter biasanya akan merekomendasikan obat pereda nyeri tertentu. Namun, sebaiknya hindari memberikan obat untuk anak tanpa rekomendasi dari dokter.
8. Mengistirahatkan Suara
Pembengkakan di tenggorokan dapat memengaruhi suara seseorang, seperti menyebabkan suara serak atau lebih pelan. Meskipun tergoda untuk mengatasi perubahan tersebut dengan menaikkan volume suara, hal ini berisiko menyebabkan iritasi tenggorokan yang lebih parah.
Jika berbicara terasa sakit, sebaiknya istirahatkan suara sebanyak mungkin dan buat janji dengan dokter, karena kesulitan berbicara kadang-kadang dapat menandakan adanya komplikasi.
9. Menggunakan Permen Pelega Tenggorokan
Beberapa permen tenggorokan mengandung obat anestesi untuk mati rasa dan menenangkan tenggorokan. Banyak juga yang mengandung obat antiinflamasi untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.
Salah satu manfaat permen tenggorokan adalah mereka dapat memberikan penghilang rasa sakit secara langsung ke area peradangan. Namun, permen ini tidak cocok untuk anak-anak kecil karena berisiko menyebabkan tersedak. Beberapa juga mengandung benzocaine, yang dapat menimbulkan efek samping pada anak di bawah dua tahun.
Badan Pengawas Obat dan Makanan menyarankan orang tua dan pengasuh untuk menghindari memberikan produk yang mengandung benzocaine kepada anak di bawah 2 tahun kecuali atas rekomendasi dokter.
10. Gunakan Semprot Tenggorokan
Semprotan tenggorokan dan obat kumur yang dijual bebas adalah cara lain untuk memberikan obat anestesi, antiinflamasi, dan antiseptik secara langsung ke tenggorokan.
Anda dapat mencari semprotan tenggorokan yang mengandung salah satu bahan aktif berikut:
- Benzydamine
- Phenol
- Dibucaine
- Benzocaine, hanya untuk anak-anak yang lebih tua dan dewasa
- Benzyl alcohol
- Cetylpyridinium chloride
- Chlorhexidine gluconate
Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Meskipun banyak kasus radang amandel pada anak bisa sembuh sendiri, orang tua tetap perlu waspada jika muncul beberapa tanda berikut:
- Demam tinggi lebih dari 2 hari
- Anak sulit menelan atau makan
- Napas terasa berat
- Nyeri tenggorokan sangat parah
- Anak terlihat sangat lemas
Jika anak Anda kedapatan gejala tersebut muncul, segera konsultasikan dengan dokter.
Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Flu Singapura Pada Anak Dari 10 Ciri Ini
Pentingnya Pendampingan Anak Saat Sakit
Ketika anak sakit, mereka akan membutuhkan banyak perhatian, pengawasan, dan perawatan. Tidak semua orang tua memiliki waktu luang untuk mendampingi anak sepanjang hari, terutama bagi keluarga dengan aktivitas yang sangat padat.
Di sinilah peran pengasuh profesional menjadi sangat penting. Melalui layanan dari Premium Nanny, keluarga modern dapat memperoleh pengasuh anak profesional yang terlatih, termasuk dalam membantu dalam hal:
- Memantau kondisi kesehatan anak
- Memberikan perawatan dasar saat anak sakit
- Menjaga kenyamanan dan kebersihan anak
- Mendampingi proses pemulihan anak di rumah
Layanan ini dirancang khusus untuk keluarga profesional dan high-profile yang membutuhkan standar pengasuhan premium dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Dengan dukungan pengasuh yang berpengalaman, orang tua dapat merasa lebih tenang karena anak tetap mendapatkan perhatian optimal bahkan saat sedang tidak sehat.
Kesimpulan
Radang amandel pada anak merupakan kondisi yang cukup umum terjadi dan dapat ditangani dengan perawatan sederhana di rumah, seperti memberikan minuman hangat, makanan lembut, dan memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup.
Namun, perhatian dan pendampingan yang tepat tetap menjadi kunci utama agar anak dapat pulih dengan nyaman.
Bagi keluarga yang membutuhkan dukungan profesional dalam merawat anak termasuk ketika anak sakit, menggunakan layanan pengasuh profesional seperti Premium Nanny dapat menjadi solusi yang aman, terpercaya, dan aman.
Konsultasikan dengan kami sekarang juga untuk pengasuhan dan pendampingan anak Anda secara profesional.



